Vignet Dari Ladang

Hei! Akulah di konserto itu! Manusia hilang satu persatu. Ditelan kekeping hitam yang datang dari pembundaran. Di tepi-tepi susur laluan, orang-orang memegang garis. Ada yang patah. Tajamnya menyucuk kantung-kantung yang terisi keju dan gula. Dari kekenyalan, perempuan-perempuan membuka kelengkangnya. Ada yang menari di celah-celah benua. Lelaki-lelaki mengganyang gandum-gandum di belakang gudang.  Menjerut leher-leher mereka dengan […]