Keterlupaan (I)

Ianya Bach. Violin Concerto in A minor. Ketika itu cuaca kelam dan daun-daun gugur mula menari balet menurut pusar angin di atas aspal.

Ianya satu soalan. Yang teleologikal, mungkin. Kau tidak faham, ketika pertama kali mendengar, tentang permulaan dan pengakhirannya.

Ianya satu dentuman. Yang sangat kuat. Dan ianya tak begitu penting, dan relevan, tentang di mana semua ini akan berakhir.

(Ianya sekadar berakhir, dengan begitu saja.)

Ianya tinggal sebagai satu soalan. Tentang apakah itu keterlupaan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s