NOTA

Tina masih lagi bergumpal kelu di suatu sudut bilik kelam yang berbau hanyir ini. Tidak ada apa yang tertinggal melainkan serakan memori yang berderai di kepalanya. Dan juga sebuah persoalan yang sangat menggigit itu. Mengapa, Mir? Bentak hatinya berkali-kali. Sekeping nota tergenggam renyuk di tangan kanannya. Tina mahu kepastian. Dan tidak mungkin nota pendek itu akan memberikannya jawapan.

Untuk sekian kalinya, dia mengemaskan kembali renyukan kertas nota tersebut,

Tina,

Aku pergi untuk membebaskanmu.

“Kenapa Mir?!!”

Di suatu sudut, Zamir sekadar mematung sambil tangannya menggenggam keras sepucuk pistol automatik.

Pada permukaan dinding di belakangnya terekap percikan serpih otak yang berkecai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s