Vignet Padang Pasir (bhg 1)

Tidak ada siapa yang tahu dengan kepastian, mengapa terbangun rumah-rumah puisi itu di tengah padang pasir yang gersang. Mereka yang berkelana hanya mahu berhenti tidur di rumah-rumah mabuk dan perempuan. Hanya si majnun yang mahu berhenti beristirehat di rumah puisi dan menogak air dari perahan buah anggur dari ladangnya.

(Dipetik dari buku kumpulan puisi saya bertajuk ‘Di pinggulmu Ada Bulan’ yang bakal diterbitkan oleh Sang Freud Press pada bulan April ini.)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s