[Sonet] Menulis Surat Cinta Di Kafe Borjouis

Aku menulis surat ini kerana mahu terus berbicara
tentang tajuk yang tak habis-habisnya antara kita;
tentang kerinduan, tentang kedambaan pada syurga,
— bersama seduhan air kopi yang tak lagi menguja
dan sepotong kek keju yang masih belum tercuit rongga
— cuba untuk menjelajah dengan menggalas kata-kata
menulis perenggan yang bergejalakan tekstual cinta
(biar orang sekeliling masing-masing mengukir arca
aku tetap berkeras untuk setia menggerak pena).
Malam masih sarat membenihkan bintang muda
dan penaku masih berat memikul beban rasa
(bukankah sekerap ini aku cemas di baris mula?)
Mungkin cara yang terbaik adalah dengan bertanya,
‘Aku rindu di sini, bagaimana denganmu di sana?’

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s