Boneka Kayu (fragmen No. III)

***

Sepasang mata itu yang selalu memerhatikan gerak-geriku.
Di waktu kegelapan memunculkan dirinya di tebing beranda
seperti mata kejahatan yang menguasai malam kelabu;
ia ada di sana memakai bayang di sela-sela bulu matanya!
Ah! mestikah kita samada lari dari cengkaman memori itu,
atau menjadi gila menogak air dari telaga dukanya?
Lepaskan aku dari runtuh-runtuh sakit perpisahan ini
kerana esok aku harus mencintai seseorang lagi.

[2015]

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s