Hidup Dalam Solitud (Sonet No. II)

Di luar, awan masih meluruh hujan
ia tidak mahu meninggalkan petang
terkadang timbul sebaris pertanyaan
apakah langit tak merindukan terang?
Dini camar muncul terbang berlayangan
di sayapnya terekap gurindam lalu
di luar jendela umurku berjalan
menunda nasib kehidupan yang pilu.
Pernahkah kau bertugu di dalam masa?
di saat sedarmu lolos dari nyata
dan nalar dipegun semua persepsi;
pentas menggarap pengertian kendiri.
:Tabir siang masih belum digantikan
‘tuk kita melerai sesimpul ikatan.

[Disember, 2014]

Leave a comment

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: