..dalam pelukan gesek celo Du Pre

….

iii.

Sekarang aku mahu melantarkan kekusutanku pada lagu-lagu,
yang termain pada kotak muzik yang terletak di ruang tamu,
sambil berbaring pada sofa kerasmu yang dibalut kain kasar.

(yang benarnya, ketika ini aku lebih suka dimanja
dengan gesek celo Du Pre yang memainkan lagu
The Swan dari membaca sajak-sajak panjang Eliot )

‘Minta disediakan secawan kopi pekat. Tanpa gula.’

Ketika semua ketenangan sudah tersingkap dari
pembubaran ribut-ribut, lalu senja pun merangkak
keluar dari kabut.

(tapi hujan dan quartetnya masih belum mahu berhenti
bermain lagu-lagu chamber yang melo, sayang)

‘Kau ada menyimpan Sicilienne dalam koleksi Du Pre mu?’
‘Kalau ada mainkan, tolong.’

Dan kini pelangi sudah mula menyusun warna-warnanya
menjadi titian untuk kita seberangi ke daerah sebelah sana
yang kian kegelapan.

….

(fragmen dari sajak Ritual)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s